Post Icon

International Atomic Time (TAI)

International Atomic Time (TAI) merupakan hasil kalkulasi BIPM atas dasar pengukuran pada lebih dari 200 standard atomic yang dioperasikan oleh lembaga metrologi and lembaga observatori lainnya di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Hasil perhitungan TAI dapat dilihat pada BIPM Circular T, dipublikasikan tiap bulan, dan dapat diakses di ftp://62.161.69.5/pub/tai/publication/. BIPM mengestimasi bahwa TAI tidak akan bergeser lebih dari satu mikrosekon pertahun, atau kurang dari 1 sekon dalam sejuta tahun, terhadap suatu referensi imaginer yang sempurna.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Energi Surya untuk Negara Berkembang


Listrik tenaga surya telah menjadi solusi untuk desa-desa terpencil di negara dunia ketiga. Bagi daerah yang belum terjangkau jaringan listrik darat, beberapa panel surya telah membawa perubahan. Layaknya siang dan malam.

Masalah kekurangan listrik di daerah terpencil sebenarnya bisa diatasi dengan menyediakan generator pembangkit listrik. Tapi, mesin itu mahal dan perawatannya tidaklah mudah. Masalah lain adalah bensin atau solar yang dibutuhkan untuk menjalankan generator. Bahan bakar, yang sangat berpolusi ini, tidaklah mudah didapat.

Dalam situasi seperti itu. Sebuah sistem sederhana yang terdiri dari beberapa panel surya dan aki bisa membuat perbedaan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

EFEK RUMAH KACA & AKIBATNYA

Ketika udara Jakarta semakin panas, banyak orang, komentator, pengamat, atau yang disebut pakar mengatakan bahwa hal ini akibat dari pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca. Hal ini banyak benarnya. Hanya saja ketika para komentator tersebut memberi komentarnya, jarang atau hampir tidak ada yang memberi penjelasan tentang apa sebenarnya efek rumah kaca itu dan bagaimana terjadinya.

Efek rumah kaca atau dalam bahasa asingnya dikenal dengan istilah green house effect adalah suatu fenomena dimana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dile­-pas­kan ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca di atmosfer ke permukaan bumi. Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi semakin panas.

Perubahan panjang gelombang ini terjadi karena radiasi sinar matahari yang datang ke bumi adalah gelombang pendek yang akan memanaskan bumi. Secara alami, agar tercapai keadaan setimbang dimana keadaan setimbang di permukaan bumi adalah sekitar 300 K, panas yang masuk tadi didinginkan. Untuk itu sinar matahari yang masuk tadi harus diradiasikan kembali. Dalam proses ini yang diradiasikan adalah gelombang panjang infra merah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Biogasoline

B e n s i n R a m a h L i n g k u n g a n

Dengan semakin berkurangnya sumber minyak mentah, pengembangan dan penggunaan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan menjadi salah satu pilihan yang diharapkan dapat memenuhi permintaan kebutuhan bahan bakar yang semakin meningkat. Di samping itu, pemakaian bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan juga memberikan berbagai dampak positif, antara lain emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan (terutama mengurangi gas rumah kaca), serta potensi untuk pengembangan industri pertanian.

Salah satu jenis bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang terbarukan yang saat ini banyak dipakai adalah biodiesel. Setelah pengembangan biodiesel, pengembangan bahan bakar alternatif juga diarahkan untuk membuat biogasoline, dengan komponen campurannya menggunakan bioetanol. Artikel ini membahas mengenai biogasoline dan penggunaannya sebagai pengganti gasoline dari minyak bumi.

Etanol dan Bioetanol

Etanolatau etil alcohol (lebih dikenal sebagai “alkohol”, lambang kimia C2H5OH) adalah cairan tak berwarna dengan karakteristik antara lain mudah terbakar, larut dalam air, biodegradable, tidak karsinogenik, dan jika terjadi pencemaran tidak memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Penggunaan etanol sebagai bahan bakar bernilai oktan tinggi atau aditif peningkat bilangan oktan pada bahan bakar sebenarnya sudah dilakukan sejak abad 19. Mula-mula etanol digunakan untuk bahan bakar lampu pada masa sebelum perang saudara di Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1860 Nikolaus Otto menggunakan bahan bakar etanol dalam mengembangkan mesin kendaraan dengan siklus Otto. Mobil Model T karya Henry Ford yang diluncurkan pada tahun 1908 dirancang untuk menggunakan bahan bakar etanol atau gasoline. Namun karena harganya yang sangat tinggi, etanol kalah bersaing dengan bahan bakar yang terbuat dari minyak bumi. Harga minyak bumi yang membumbung belakangan ini membuat orang kembali mempertimbangkan etanol untuk dijadikan bahan bakar kendaraan.

Terdapat beberapa cara penggunaan etanol untuk campuran gasoline sebagai berikut :

Hydrous ethanol(95% volume), yaitu etanol yang mengandung sedikit air. Campuran ini digunakan langsung sebagai pengganti gasoline pada kendaraan dengan mesin yang sudah dimodifikasi.

Anhydrous ethanol(atau dehydrated ethanol), yaitu etanol bebas air dan paling tidak memiliki kemurnian 99%. Etanol ini dapat dicampur dengan gasoline konvensional dengan kadar antara 5-85%. Pada gasoline dengan campuran etanol antara 5-10%, bahan bakar ini dapat langsung digunakan pada mesin kendaraan tanpa perlu ada modifikasi. Campuran yang umum digunakan adalah 10% etanol dan 90% gasoline (dikenal dengan nama E10). Campuran etanol dengan kadar lebih tinggi (kadar bioetanol 85% atau dikenal dengan nama E85) hanya bisa digunakan pada mesin kendaraan yang sudah dimodifikasi, yang dikenal dengan nama flexible fuel vehicle. Modifikasi umumnya dilakukan pada tangki BBM kendaraan dan sistem injeksi BBM.

• Etanol juga digunakan sebagai bahan baku ETBE (ethyl-tertiary-butyl-ether), aditif gasoline konvensional.

Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari bahan baku berupa biomassa seperti jagung, singkong, sorghum, kentang, gandum, tebu, bit, dan juga limbah biomassa seperti tongkol jagung, limbah jerami, dan limbah sayuran lainnya. Bioetanol diproduksi dengan teknologi biokimia, melalui proses fermentasi bahan baku, kemudian etanol yang diproduksi dipisahkan dengan air dengan proses distilasi dan dehidrasi.

Penggunaan bioetanol sebagai campuran biogasoline memiliki keunggulan sebagai berikut :

• meningkatkan bilangan oktan (dapat menggantikan TEL sebagai aditif, sehingga mengurangi emisi logam berat timbal)

• menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna (mengurangi emisi karbon monoksida)

• mengurangi emisi gas buang karbon dioksida (penelitian menunjukkan pengurangan hingga 40-80%), dan senyawa sulfur (mengurangi hujan asam)

Produksi Bioetanol

Bioetanol diproduksi dari biomassa dengan proses hidrolisis dan fermentasi gula. Biomassa mengandung polimer karbohidrat berupa cellulose, hemi-cellulose, dan lignin. Untuk memproduksi gula dari biomassa, biomassa diolah menggunakan asam dan enzim. Cellulose dan hemi-cellulose terhidrolisa menjadi sukrosa, kemudian difermentasi menjadi etanol.

Fermentasi gula menjadi etanol dilakukan dengan menambah ragi (yeast). Ragi mengandung enzim invertase, yang bertindak sebagai katalis untuk mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa (C6H12O6). Fruktosa dan glukosa kemudian bereaksi dengan enzim zymase yang mengubah fruktosa dan glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida. Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari dan berlangsung pada temperature 250-300∞C. Etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi kemudian dipisahkan dari air menggunakan proses distilasi.

Untuk menghasilkan 1000 liter bioetanol, untuk setiap jenis biomassa diperlukan bahan baku sebagai berikut :

- Jagung 2300 kg

- Gandum 2800 kg

- Bit gula 10000 kg

- Tebu 13000 kg

Pada umumnya pabrik bioetanol menggunakan satu jenis bahan baku. Kombinasi beberapa bahan baku dimungkinkan, namun perlu mempertimbangkan biaya investasi peralatan yang lebih tinggi.

Pemakaian Biogasoline

Biogasoline sudah dijual secara luas di Amerika Serikat, dikenal dengan nama gasohol. Campuran yang digunakan adalah 10% bioetanol (dari bahan baku jagung) dan 90% gasoline. Di Brazil, bioetanol untuk campuran gasoline dibuat dari bahan baku tebu, dan digunakan dalam kadar 10%. Di Finlandia, biogasoline yang digunakan memiliki kadar bioetanol 5% dan memiliki angka oktan 98. Untuk wilayah Asia, di Jepang, sejak tahun 2005 sudah mulai digunakan gasoline dengan campuran 3% bioetanol, dan diharapkan pada tahun 2012 seluruh gasoline yang dijual di Jepang sudah menggunakan biogasoline. Sedangkan di Asia Tenggara, sejak awal tahun 2006 di Thailand telah dijual gasohol 95, dan direncanakan pada tahun 2012 seluruh gasoline yang dijual di Thailand telah diganti dengan biogasoline.

Bagaimana dengan Indonesia?

Bulan Agustus 2006, Pertamina telah meluncurkan produk BioPremium, namun masih terbatas di SPBU Jl. Mayjen M. Wiyono, Malang. BioPremium yang dijual dibuat dari campuran BBM Premium dan 5% bioetanol. Bioetanol untuk campuran BioPremium diproduksi oleh PT Molindo Raya Industrial (MRI) di Lawang dengan bahan baku tetes tebu. Sejak diluncurkan, respon masyarakat cukup baik, dengan meningkatnya omzet penjualan. Sedangkan di Jakarta, sejak Desember 2006 kita sudah bisa melihat BioPertamax di beberapa SPBU, antara lain di SPBU di Jl. Tentara Pelajar, Senayan.

Pengembangan selanjutnya adalah ke wilayah Jawa Barat, di mana Pertamina merencanakan akan meluncurkan BioPremium di Bandung mulai tahun 2007. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, direncanakan akan didirikan pabrik etanol berkapasitas 200 juta liter etanol per tahun oleh LBL Network Ltd. dari Korea Selatan bekerja sama dengan PT Mitra Sae Internasional di Kuningan, dengan bahan dasar ubi kayu spesies manihot esculanta trans.w

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

BBM Naik, Rakyat Makin Sengsara?

BBM lagi-lagi naik!! Meskipun masih dalam tahap rencana, tetapi sudah menimbulkan kegelisahan dan meresahkan.

Bagaimana tidak. Aksi penimbunan BBM terjadi dimana-mana. Beberapa SPBU di daerah pun kehabisan stok. Sontak BBM menjadi barang mahal dan langka. Antrian panjang untuk mengisi BBM pun jadi pemandangan lumrah.

Parahnya, BBM belum naik saja, harga-harga kebutuhan pokok langsung melambung. Rakyat miskin yang memang secara struktural sudah tak berdaya, semakin terpuruk akibat kenaikan harga BBM tersebut.

Bantuan Langsung Tunai alias BLT yang dicanangkan pemerintah untuk meringankan beban rakyat hanyalah bersifat sesaat dan bukan cara terbaik memecahkan persoalan. Karena rakyat tidak butuh ikan, namun butuh kail!!!

Lantas bagaimana dengan para wakil rakyat di Senayan? Sudahkah mereka peduli dengan hal ini? Interpelasi memang menjadi wacana beberapa fraksi sebagai solusi menghadapi persoalan bakal melambungnya harga BBM!!!

Namun tentunya diperlukan keseriusan serta kejernihan hati dalam mendengarkan aspirasi rakyat. Jangan sampai para wakil rakyat yang terhormat ini menggunakan isu BBM sebagai bagian dari kampanye politik semata!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS